Wednesday, December 31, 2008

SUDAH hampir dua tahun ini, tukang delman tidak diperbolehkan lagi beroperasi di dalam kawasan kompleks Monumen Nasional (Monas). Peran mereka kini digantikan oleh dua kereta wisata, yang siap mengantar dan menjemput pengunjung Monas dari pintu tempat parkir kendaraan menuju pintu masuk Monas.



"Di banding saat ini, kami merasa nyaman narik di dalam area kompleks, karena pendapatan yang kami peroleh saat ini nggak sebanyak yang kami dapat saat narik di dalam kompleks," ujar salah satu tukang delman Monas, Sadeli (40), ketika ditemui Kompas.com di Monas, Jakarta, Kamis (25/12).

Sadeli mengaku, saat masih di dalam area kompleks, dia maupun tukang delman lainnya yang ada di kawasan Monas dapat meraup rejeki sampai Rp 250 ribu dalam sehari. "Sekarang boro-boro mas, dalam sehari dapat Rp 100 ribu aja udah syukur. Pendapatan tersebut masih harus dikurangi dengan biaya makan kuda, dan biaya untuk kebersihan kotoran kuda," sambungnya.



0 comments:

Post a Comment